Headlines

Boat Diterjang Badai, Lima Awak Terlempar ke Laut

Posted by Bahar.Nor | Thursday, August 30, 2012 | Posted in ,

* Diselamatkan Boat Jaring

IDI - Satu unit boat nelayan yang digunakan untuk mencari ikan yakni Pukat Belengkong, diterjang badai di perairan laut Desa Kuala Leugeu, Peureulak Kota, Aceh Timur, Senin (27/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Akibatnya, lima awak boat terlempar ke laut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kuala Leugeu Peureulak, Abdullah Wahab, kepada Serambi mengatakan, boat tersebut ditumpangi lima awak masing-masing Abdullah, Faisal, Imran, Marzuki, serta Nadar, namun dalam perjalanannya ketika berada sekitar enam mil dari desa itu, tiba-tiba terpa badai yang menyebabkan boat itu oleng dan goyang, akibatnya kelima awak boat itupun terlempar ke laut.

Menurutnya, dari keterangan yang diperoleh sementara, dari lima awak yang tenggelam tersebut, dua diantaranya sudah ditemukan dengan selamat beberapa saat setelah peristiwa, yakni Abdullah dan Faisal. Sedangkan tiga awak boat lainnya ditemukan beberapa jam kemudian yaitu Imran, Marzuki, serta Nandar juga dalam keadaan selamat.

“Mereka selamat karena pada saat terhempas, keduanya sempat memegang kepala atau tutup fiber yang terdapat pada boat itu, sedangkan bagian lainnya pada fiber dipegang oleh tiga rekannya yang tadi, dan dengan tutup fiber itu mereka berenang sekitar tiga jam untuk menepi,”tambahnya.

Dikatakan, pada saat sedang berenang ditengah laut dengan menggunakan tutup fiber, barulah kemudian datang boat jaring nilon dari Langsa untuk membantu korban yang selamat itu. Sementara itu, Kasatpol Air, AKP Bukhari yang ditanyai Serambi mengakui adanya peritiwa tersebut. Katanya, kelima awak boat selamat setelah ditolong sebuah boat nelayan lainnya.(na)

Editor : bakri

Sumber:"Serambinews.com"

Tiga Pencuri Sepeda Motor Dibekuk Polisi

Posted by Bahar.Nor | | Posted in ,

TAPAKTUAN – Arapat Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Aceh Selatan, kemarin sore membekuk tiga pencuri sepeda motor di Trumon Tengah. Bersama mereka, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi BK 3637 ABH.

Ketiga pencuri itu masih bertatus siswa SMA. Saat ini, ketiganya telah di gelandang ke Mapolres setempat, untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Satu dari tiga pencuri sepeda motor di Trumon Tengah itu berinisial Can (18). Warga Trumon Timur itu ditangkap di kawasan Rantau Sialang, Kecamatan Bakongan, saat hendak melarikan kendaraan hasil curiannya ke arah Tapaktuan.

Dua rekannya yakni Sup (18) dan Mus (18), warga Kluet Tengah. Saat itu, mereka berhasil melarikan diri dari kejaran polisi.

Awalnya polisi menangkap Can di kawasan Rantau Sialang, Kecamatan Bakongan. Dia sempat diamuk massa hingga babak belur. “Sedangkan Sup dan Mus yang sebelumnya kabur, baru ditangkap setelah dikejar sampai ke rumah familinya. Saat ini keduanya sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Susilo kepada Prohaba, kemarin.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, ketiga maling itu baru pertama kali mencuri. Aksi itupun dilakukannya ketika melihat Faisal, pemilik Yamaha Mio BK 3637 ABH tersebut, meninggalkan kendaraannya di pinggir jalan. Karena merasa memiliki kesempatan, ketiga pelaku langsung menghampiri sepeda motor tersebut dan menghidupkan kontaknya menggunakan kunci T. Setelah berhasil, Can langsung membawa kabur sepeda motor itu ke arah Tapaktuan.

Namun naas, di tengah jalan sudah ada warga dan polisi mencegatnya. “Begitu tertangkap, warga yang sudah tidak sabar langsung menghajarnya,” pungkas Susilo.(tz)

Editor : bakri

Sumber:"Serambinews.com"

Sehari Hilang Dihempas Gelombang, Nelayan Selamat

Posted by Bahar.Nor | | Posted in ,

TAPAKTUAN - Seharian suasana di Gampong (Desa) Batee Tunggai, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, mendadak heboh. Bahkan pihak keluarga Muchtar Ali (50) korban yang dilaporkan menghilang sejak sejak Senin (27/8) siang gundah gulana karena yang bersangkutan belum kunjung pulang melaut hingga Selasa (28/8) pagi, pasca terjadi angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan barat-selatan Aceh.

Informasi yang dihimpun Serambi menyebutkan, Muchtar Ali berangkat melaut bersama teman-temannya dengan menggunakan sampan bermesin merek Honda. Saat sedang asyik mengail ikan, tiba-tiba sekira pukul 10. 00 WIB terjadi angin kencang. Melihat cuaca buruk, dua sahabat dari boat lain yang kebetulan memancing di lokasi yang sama mengajak Muchtar Ali pulang. Namun ia tidak mau dengan alasan tunggu sebentar lagi.

Mendapat jawaban seperti itu, Suardi, warga Gampong Kuta Blang dan Junaidi penduduk yang sama langsung menuju tepi.

Benar saja selepas itu, terjadi angin kencang disusul ombak tinggi dan hujan deras. Buntutnya, Muchtar Ali hingga pagi Selasa (28/8) tidak pulang-pulang dari melaut. Alhasil, pihak keluarga dan masyarakatpun menduga korban telah karam dihempas badai.

Isu Muchtar Ali tidak pulang dari melaut sejak kemarin sontak merebak, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas Aceh Selatan, Personil Kepolisian dan TNI dibantu puluhan masyarakat bergegas melakukan pencaharian di perairan dengan mengerahkan stempel, boat pukat Sawang dan Samadua lokasi dia memancing.

Lagi sibuk dilakukan pencaharian serta saat semua warga didera kekhawatiran terhadap keselamatan nelayan tersebut, tiba-tiba Muchtar Ali mendarat dengan sampan Robinnya di tepi pantai Batee Tungai. “Muchtar Ali pulang dengan selamat dan tidak terjadi apapun, hanya dikarenakan kabel busi mesin Robin putus, sehingga ia tidak bisa pulang tepat waktu,” sebut Aiptu Junaidi anggota Polsek Samadua kepada wartawan.

Muchtar Ali mengisahkan kronologi yang dialami hingga ia tidak pulang tepat waktu dan telah menimbulkan suasana heboh bagi masyarakat. “Kemarin setelah angin reda sekira pukul 14.30 WIB, saya hendak pulang, saat menghidupkan mesin Robin tiba-tiba kabel busi putus dan mesin tidak mau hidup, terpaksa sampan sebesar itu saya kayuh pelan-pelan secara manual menggunakan sebilah pengayuh” ceritanya.

Akibat mengandalkan tenaga, tambahnya, dia pun sempat terombang-ambing dihempas gelombang, angin dan hujan. Namun sekira pukul 18.30 WIB dia tiba di Pelabuhan Tapaktuan. Mengingat hari sudah malam dan susah mendarat di Batee Tunggai terpaksa dia bersandar di sana. Paginya kembali melanjutkan perjalanan menuju gampongnya.

“Alhamdulillah saya tiba di Gampong Batee Tunggai pada pukul 10.35 WIB dengan kondisi sedikit pusing dan lemas,” pungkasnya menceritakan kronologi yang dialami.(tz)

Editor : bakri

Sumber:"Serambinews.Com"

Pria Putoh Kawat Diikat di Tiang Telepon

Posted by Bahar.Nor | | Posted in ,

BIREUEN - Seorang pemuda putoh kawat (mengalami gangguan jiwa-red) terpaksa diikat di tiang telepon umum depan kantor Pos dan Giro Bireuen, Selasa (28/8) magrib. Pemuda bernama M Ali (27) itu diikat lantaran dia mengganggu pelintas jalan. Bahkan, dia juga memukul dan melempari warga yang melaju di jalan dalam Kota Bireuen.

Tak hanya itu, warga Pante Baro, Kecamatan Juli, Bireuen, tersebut kadang juga memperlihatkan alat kelaminnya kepada pelintas di jalan kota Bireuen. Karena itu, warga yang kesal melihat tingkah laku pria putoh kawat tersebut langsung membeureukah-nya. Kemudian diikat di tiang telepon depan kantor Pos dan Giro.

Mendapat kabar tersebut, Kapolsek Kota Juang, Iptu Syamsul, langsung mengerahkan anggotanya ke lokasi diikatnya Ali. Selanjutnya, polisi bersama beberapa warga mengantar Ali ke rumahnya.

Setiba di rumah, Ti Hadanah (45), kakak kandung Ali, langsung menyediakan rantai untuk mengikat kaki adiknya itu di pohon belakang rumah. Sejumlah anggota keluarga mereka juga berdatangan ke belakang rumah tersebut. Pada kesempatan itu, seorang anggota Polsek Kota Juang, mengingatkan keluarga itu menjaga Ali dan mengobati adiknya ke rumah sakit jiwa.

M. Ali (23), saudara Ti Hadanah, mengatakan kedua orang tua Ti Hadanah sudah meninggal. Sedangkan adik Ti Hadanah sudah lama sakit seperti itu. Setiap tiga bulan sekali, sakitnya kambuh. Kala kondisinya stabil, pemuda itu rajin bekerja memuat pasir.

“Biasanya, kalau kambuh, tiga hari diikat nanti dia baik lagi,” tuturnya.Selama sakit, Ti Hadanah pernah sekali membawa Ali ke Banda Aceh. Selama ini, Ali belum mendapatkan perawatan dari pihak kesehatan setempat.(yus)

Editor : bakri

Sumber:"Serambinews.com"

Sirup Berubah Warna Beredar di Aceh Barat

Posted by Bahar.Nor | | Posted in ,

MEULABOH - Ada-ada saja usaha orang mencari makan, tanpa peduli merugikan orang lain. Di Meulaboh, Aceh Barat, produsen sirup diduga palsu berhasil mengelabui pembeli dengan menjual sirup alohannya bermerek Aditya di kampung-kampung menggunakan mobil pikap. Anehnya, sirup tersebut ketika dibeli berwarna merah, namun dua hari kemudian berubah warna menjadi bening, seperti air.

Informasi itu diungkapkan oleh Anggota DPRK Aceh Barat, Tgk Bustanuddin kepada Serambi, kemarin. Bustanuddin mengatakan, beberapa hari lalu ia menerima selusin sirup diduga palsu bermerek Aditya dari Keuchik Alue Lhok, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Keuchik menyerahkan sirup diduga palsu itu kepadanya untuk dipertanyakan keasliannya kepada Dinas Kesehatan setempat.

Berdasar informasi yang diperolehnya, Pak Keuchik membeli sirup itu sebanyak 12 lusin sirup untuk dibagikan kepada masyarakat desanya sepekan menjelang Lebaran Idul Fitri 1433 H lalu. Namun sebelum sempat dibagikan, sirup itu disimpan di rumahnya.

Dua hari kemudian, ketika hendak dibagikan, Pak Keuchik merasa heran, sirup yang dibelinya itu sudah berubah warna dari merah menjadi bening. Ia pun lalu batal membagikannya kepada penduduk desa karena khawatir akan keracunan.

Setelah Lebaran, Pak Keuchik menyerahkan contoh sirup diduga palsu itu sebanyak selusin kepada anggota DPRK Aceh Barat yang juga berasal dari Kecamatan Kaway XVI, Tgk Bustanuddin. “Tujuannya agar saya mempertanyakan keaslian sirup itu kepada Dinas Kesehatan,” kata Bustanuddin kepada wartawan, Rabu (29/8).

Politisi Partai Aceh tersebut berharap Dinas Kesehatan bisa menyelidikinya. Apakah sirup itu bisa dikonsumsi atau tidak, sebab diragukan keasliannya. “Dari keterangan Keuchik Alue Lhok, sirup itu dibeli pada sebuah mobil pikap yang singgah jalan lintas Meulaboh-Kaway XVI tepatnya di Blang Beurandang sebanyak 12 lusin guna dibagi-bagikan,” katanya.

Ia menambahkan, di label tercantum masa kadaluwarsa sirup itu pada Agustus 2014. Namun di botol sirup tidak tertera alamat yang jelas guna diminta penjelasan, kecuali hanya tertulis merek Aditya produksi Adiya NAD-Indonesia.(riz)

Segera Diperiksa
KADIS Kesehatan Aceh Barat, dr Zafril Luthfy MKes ditanyai kemarin mengatakan, pihak akan menurunkan tim melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap laporan beredarnya sirup diduga oplosan itu, sehingga tidak membahayakan warga mengonsumsi.

Barang bukti itu akan segera dikirim ke Badan Pemeriksaan Obatan dan Makanan (BPOM) guna memastikan apakah berbahaya atau tidak. Sedangkan untuk izin, di Aceh Barat tidak ada satu pun diberikan izin memproduksi sirup.

“Bisa-bisa itu sirup oplosan yang dibuat di luar Aceh dengan mencatut nama NAD-Indonesia. Kita akan segera lakukan pemeriksaan terhadap sirup itu,” ujar Zafril.(riz)

Paket Lebaran pun Urung Dibagi
MESKI di label botol sirup bermerek Aditya yang tak jelas siapa yang memproduksi itu tercantum masa kedaluwarsa pada Agustus 2014, tapi ternyata sudah keburu expired dua hari setelah dibeli oleh Keuchik Alue Lhok, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Entah apa jadinya kalau Pak Keuchik sampai menyimpannya hingga Agustus 2014 mendatang.

Alhasil, niat membagi-bagi sirup untuk paket Lebaran pun urung dilakukan Pak Keuchik. Kalau saja sirup itu sudah terlanjur dibagi, Pak Keuchik mungkin akan menulai protes warga. Masalahnya, mungkin akan ada warga yang keracunan karena minum sirup yang diduga palsu itu.(riz)

Editor : bakri

Sumber:"Serambinews.com"

Petani Hasilkan Semangka 104 Kg

Posted by Bahar.Nor | | Posted in ,

LHOKSUKON - Darwis (32), petani di Desa Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, memanen sebuah semangka raksasa yang beratnya 104,5 kilogram di kebun miliknya, Minggu (26/8).

Semangka itu kini menjadi buah bibir dan tontonan warga sedesanya. Tak sedikit pengunjung yang memotret semangka raksasa itu, karena memang ukurannya sangat tidak lazim.

Kepada Serambi, Darwis buka kartu mengapa semangka tersebut bisa sedemikian besarnya. “Saya gunakan bibit unggul yang dibeli di pasar. Lalu saya tanam dan berbuah. Dari buah tersebut kemudian saya pilih bijinya yang bagus untuk dijadikan bibit. Saya tanam lagi, saya pilih lagi biji yang bagus. Nah, ketika tanam yang ketiga, barulah hasilnya menakjubkan. Setelah dipanen dan ditimbang beratnya ternyata mencapai 104,5 kilogram,” sebut Darwis.

Ia tambahkan, biasanya masa berbuah semangka sejak ditanam adalah 50-60 hari. Tapi bibit istimewa yang ditanam Darwis ini justru baru berbuah antara 65-70 hari. “Saya sedang lakukan uji coba buah semangka. Pohon semangka yang saya tanam lima batang. Berat buahnya rata-rata di atas 6 kilo. Tapi ada satu yang paling besar ukurannya, mencapai 104,5 kilogram,” ungkapnya.

Ke depan, kata Darwis, ia coba pelajari lagi teknik pemuliaan semangka, sehingga bisa dihasilkan buah berukuran raksasa, tapi rasa dagingnya tetap manis dan enak. “Jika pemerintah membantu saya dalam proses uji coba ini, saya sangat senang dan berterima kasih,” pungkas Darwis. (c46)

Editor : bakri

Sumber:"Serambinews.com"

Tamu Lebaran Rampok IRT

Posted by Bahar.Nor | | Posted in ,

PANTONLABU - Neti (33), ibu rumah tangga (IRT) di Dusun Lampoh U, Desa Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Senin (27/8) pukul 19.30 WIB, dirampok dua pria yang menyaru sebagai teman suaminya dan sengaja datang berlebaran saat Neti sendirian di rumah. Sebelum menjarah cincin dan gelang dari tangan Neti, satu dari dua pria itu meninju muka korban. Setelah jatuh tersungkur, barulah perhiasan emasnya dipreteli.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi dari warga Dusun Lampoh U, pada hari nahas itu korban yang sedang sendirian di rumahnya bersiap-siap menyambut masuknya waktu shalat Magrib. Tiba-tiba datang dua pria mengendari sepeda motor. Begitu tiba di depan rumah Neti, kedua pria itu menanyakan suaminya. Neti berkata jujur bahwa suaminya sedang berada di Medan, Sumatera Utara.

Menurut sumber Serambi, Neti tak curiga sedikit pun menerima kedatangan tamu yang mengaku sebagai teman dari suaminya itu. Apalagi tamu tersebut memberi salam saat tiba serta menunjukkan sikap ramah dan bersahabat, khas tamu Lebaran.

Neti pun mempersilakan kedua tamu tersebut masuk ke dalam rumah. Ternyata kesempatan itulah yang ditunggu-tunggu tamu tak diundang itu. Begitu ada kesempatan, salah seorang di antara mereka meninju muka Neti. Wanita itu pun tersungkur ke lantai. Lalu dengan cekatan kedua pelaku merampas emas yang melingkar di jari dan tangannya. Total perhiasannya yang lewong karena dilarikan kedua perampok yang tak bersenjata api maupun senjata tajam itu 28 mayam, sekitar Rp 47,6 juta. (1 Mayam = 3,33 gram. Nilai belinya saat ini Rp 1,7 juta per mayam)

Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE melalui Kapolsek Jambo Aye, Iptu Mukthar SH yang ditanyai Serambi, Selasa (28/8), mengakui adanya perampokan itu dan pihaknya sudah menerima pengaduan korban.

Kasus tersebut, menurutnya, sedang diusut. Pihak kepolisian sudah meminta keterangan dari saksi korban dan saksi lainnya untuk menguak tabir perampokan itu. (ib)

Editor : bakri

Sumber:"Serambinews.com"